MODUL
LOGIKA
INFORMATIKA

Disusun
oleh
Danar
Ardian Pramana, M.Sc
D-IV
TEKNIK INFORMATIKA
POLITEKNIK
HARAPAN BERSAMA
TEGAL
2015
BAB I
PENGENALAN LOGIKA INFORMATIKA
1.
Pendahuluan
Logika (Logic)
berasal dari kata bahasa Yunani “logos”. Definisi logika adalah ilmu
pengetahuan yang mempelajari atau berkaitan dengan prinsip- prinsip dari
penalaran argumen yang valid. Logika adalah studi tentang kriteria-kriteria
untuk mengevaluasi argumen-argumen dengan menentukan mana argumen yang valid dan
mana yang tidak valid, dan membedakan antar argumen yang baik dengan yang tidak
baik.
Logika dipelajari sebagai sistem formal yang menjelaskan peranan sekumpulan rumus-rumus ataupun sekumpulan aturan untuk derivasi. Derivasi dipahami sebagai pembuktian validitas argumen yang kuat dengan didukung kenyataan bahwa kesimpulan yang benar harus diperoleh dari premis-premis yang benar.
2.
Argumen
Argumen adalah
suatu usaha untuk mencari kebenaran dari pernyataan berupa kesimpulan, dengan
berdasarkan kebenaran dari satu kumpulan pernyataan yang disebut premis-premis.
Bentuk argumen artinya sekumpulan pernyataan yang terdiri dari premis-premis
dan diikuti satu kesimpulan.
Contoh 1.
Semua mahasiswa
D4 Teknik Informatika pandai.
Badu adalah
mahasiswa D4 Teknik Informatika.
Dengan demikian,
Badu pandai.
logika yang
dibahas di sini hanya berhubungan dengan kesimpulan yang valid.
Contoh 1 tetap
dapat dikatakan valid, karena kesimpulannya tetap mengikuti premis-premisnya
dan validitasnya dapat dibuktikan dengan menggunakan aturan-aturan logika yang
telah diterima keabsahannya.
3.
Validitas argumen
Validitas
argumen adalah premis-premis yang diikuti oleh suatu kesimpulan yang berasal
dari premis-premisnya yang bernilai benar. Validitas dapat dibedakan dengan
kebenaran dari kesimpulan. Jika satu atau lebih premis-premis salah, maka
kesimpulan dari argumen tersebut juga salah. Validitas dapat diartikan tidak
mungkin kesimpulan yang salah diperoleh dari premis-premis yang benar. Atau
premis-premis yang benar tidk mungkin menghasilkan kensimpulan yang salah.
Lihat contoh berikut:
Contoh 1-2.
Semua mamalia
adalah hewan berkaki empat
Semua manusia
adalah mamalia
Dengan demikian,
semua manusia adalah
hewan berkaki
empat.
Contoh 1-2
adalah argumen yang valid, tetapi dengan premis pertama yang salah, karena
kesimpulannya tetap mengikuti premis-premisnya. Dilain pihak dapat terjadi
suatu argumen tidak valid, tetapi mempunyai kesimpulan yang bernilai
benar. Lihat contoh berikut
Contoh 1-4
Ada jenis
makhluk hidup berkaki dua.
Semua manusia
adalah makhluk hidup
Dengan demikian,
semua manusia berkaki dua.
Argumen di atas
jelas tidak valid, tetapi menghasilkan kesimpulan yang benar meskipun tidak
mengikuti premis-premisnya.
Validitas yang logis
adalah hubungan antara premis-premis dengan kesimpulan yang memastikan bahwa
jika premis-premis benar, maka harus diikuti dengan kesimpulan yang benar, yang
diperoleh dengan menggunakan aturan-aturan logika. Kesimpulan juga harus
berasal dari premis-premisnya. Lihat contoh berikut:
Contoh 1-5
Semua mahasiswa
rajin belajar.
Badu seorang
mahasiswa.
Dengan demikian,
Dewi rajin belajar.
Kesimpulan pada
contoh di atas jelas tidak ada hubungannya dengan premis-premisnya,walaupun
bisa saja bernilai benar dan premis-premis bernilai benar, tetapi bukan argumen
yang kuat secara logis.
Argumen logis
disebut kuat secara logis, jika dan hanya jika argumennya valid dan semua
premis-premisnya bernilai benar.
Sebagai
pembanding perhatikan contoh berikut:
Contoh 1-6
Semua binatang
dapat terbang.
Gajah adalah
binatang.
Dengan demikian,
gajah dapat terbang.
Argumen ini
dapat dikatakan valid, tetapi validitasnya tidak kuat. Karena jelas premis
pertama pada Contoh 1-5 salah, walaupun bisa disebut valid, tetapi jelas
validitas yang tidak kuat. Jadi suatu argumen logis dapat disebut kuat jika dan
hanya jika memenuhi dua persyaratan berikut:
a. Argumen valid
b. Semua
premis-premisnya benar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar